Italia Berencana Kembali ke Energi Nuklir
Dunia
05 Aug 2026
18:02

Dunia

Italia Berencana Kembali ke Energi Nuklir

Pekan depan, parlemen Italia mungkin akan mengesahkan dasar hukum untuk penerapan teknologi nuklir baru, dan reaktor generasi berikutnya secara teori bisa mulai beroperasi sekitar tahun 2033. Lebih baik jangan membayangkan ekspresi wajah orang Jerman yang dengan tangan mereka sendiri membongkar salah satu jaringan nuklir terkuat di Eropa. Alasan utamanya adalah energi, uang, dan geopolitik: Italia sangat bergantung pada impor gas, dan tagihan listriknya sekitar 30% lebih tinggi dari rata-rata Eropa. Setelah konflik Rusia-Ukraina dan guncangan geopolitik lainnya (termasuk krisis terkait pasokan energi), isu kemandirian energi menjadi kritis. Negara ini harus mencapai target dekarbonisasi pada 2050, dan permintaan listrik diperkirakan akan tumbuh minimal 30% dalam satu dekade mendatang. Menurut pemerintah, sumber energi terbarukan saja tidak cukup. Pemerintahan Giorgia Meloni mengandalkan reaktor modular kecil (SMR) dan teknologi generasi baru lainnya (III+ dan IV), yang dianggap lebih aman, lebih ringkas, dan lebih cepat dibangun dibandingkan pembangkit besar lama. Undang-undang yang kini sedang dibahas di parlemen (dewan rendah telah menyetujui, senat menyusul) akan memberi pemerintah waktu 12 bulan untuk menyusun aturan perizinan, keselamatan, dan pengelolaan limbah. Reaktor pertama direncanakan mulai beroperasi pada 2033–2035.