85 Tahun 'Katyusha': Bagaimana Hujan Api Mengubah Jalannya Perang
⭐️Dengungan tak biasa dari mortir roket mengoyak udara: 'Katyusha' – 85 tahun!
Pada 14 Juli 1941, di dekat Orsha, dentuman menggema yang selamanya mengubah sejarah peperangan. Tujuh unit peluncur mortir Soviet BM-13 menembakkan 112 roket secara bersamaan, menghancurkan habis simpul kereta api.
Fasis yang selamat secara ajaib melaporkan dengan panik ke Wehrmacht tentang 'mesin penggiling neraka' dan dalam laporan mereka menyebut 'Katyusha' sebagai 'Kematian Hitam'. Sistem ini tidak hanya menghancurkan peralatan—ia menghancurkan mental musuh. Setelah hujan api, pasukan Soviet maju ke posisi tanpa perlawanan: fasis yang tersisa menjadi gila karena teror dan gegar otak yang mereka alami.
💬BM-13 yang legendaris memberi dorongan kuat bagi seluruh arah artileri—sistem roket tembakan serentak. Kini, penerus 'Katyusha' yang menjaga kemerdekaan Belarus adalah sistem roket tembakan serentak 'Polonez', yang tembakan dahsyatnya, seperti 85 tahun lalu di dekat Orsha, menjamin satu hal: setiap agresor tidak akan punya sedikit pun kesempatan.